• djogzs
    Welcome

Belajar Visual Basic

Rabu, 11 Juli 2012 0 komentar
Visual Basic adalah sebuah alat yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi berbasis Windows GUI (Graphical User Interface). Aplikasi yang dihasilkan mirip seperti aplikasi-aplikasi windows lainnya, seperti MS Word, MS Excel, Wordpad, dsb; sehingga user yang terbiasa bekerja di lingkungan windows akan cepat menguasai aplikasi yang kita buat nantinya.

Aplikasi yang dibuat dengan Visual Basic bekerja berdasarkan event-event. Contoh event : user klik tombol, pilih menu, dll. Jadi ketika tidak ada event yang terjadi (user tidak melakukan apa-apa), aplikasi berada dalam kondisi tidak aktif. Sebenarnya semua aplikasi windows bekerja berdasarkan event-event. Contoh : MS Word tidak akan melakukan pekerjaan sebelum kita menyuruhnya (ketik teks, pilih warna, format font, dsb).

Penggunaan event ini sangat menguntungkan, karena kita tidak perlu menyelesaikan aplikasi hanya untuk mencoba sebuah event tertentu. Contoh : untuk melihat apakah aplikasi kita dapat membuka file, kita cukup menjalankan event tersebut (biasanya pemilihan menu file  open).

Sejarah Visual Basic
- Visual Basic for DOS dan Visual Basic for Windows diperkenalkan pada tahun 1991
- Visual Basic 3 dikeluarkan pada tahun 1993
- Visual Basic 4 dirilis pada akhir 1995 dengan menambahkan dukungan untuk aplikasi 32 bit.
- Visual Basic 5 dikeluarkan pada akhir 1996 dengan menghilangkan dukungan pembuatan aplikasi 16 bit.
- Visual Basic 6, 1998. Aplikasi yang dibuat dengan Visual Basic 6 dapat berjalan pada Windows 95, 98, Millenium, NT, 2000.



Pembuatan Aplikasi
Langkah Umum
1. Buat interface aplikasi dengan menempatkan control / object pada form.
2. Modifikasi properti control.
3. Buat kode pada event-event dari control, dan kode pelengkap (bukan event, misalnya fungsi/prosedur yang kita buat sendiri).

Dengan adanya event, maka kita dapat mengerjakan aplikasi per event. Jika satu event sudah berjalan dengan benar, kerjakan event yang lain. Dengan demikian cara kita membuat aplikasi menjadi modular (kerjakan event 1, event 2, event 3, dst sehingga menjadi aplikasi yang sebenarnya). Cara ini juga memudahkan kita untuk men-debug program apabila terjadi kesalahan.

Visual Basic berjalan pada 3 mode :
- Mode Design, dalam modus inilah pembuatan aplikasi dilaksanakan
- Mode Run, dalam mode ini aplikasi dijalankan.
- Mode Break, dalam mode ini aplikasi di hentikan sementara mengaktifkan Visual Basic Debugger (untuk mendebug program, biasanya dilakukan untuk melacak kesalahan/error).

Visual Basic IDE (Integrated Development Environment)



Window Utama



Window Utama terdiri dari Title Bar, Menu Bar, dan Toolbar. Pada Title Bar terdapat nama project, dan mode Visual Basic. Menu Bar menyimpan menu-menu yang berguna dalam pembuatan aplikasi. Dalam Toolbar kita dapat menemukan sejumlah shortcut dari menu-menu pada Menu Bar. Pada Window Utama juga terdapat posisi form dan ukuran form relatif terhadap layar dalam ukuran Twips.


Form



Di dalam form inilah kita membuat user interface aplikasi yang akan kita buat dengan menempatkan control-control. Bayangkan form sebagai kanvas, di dalam “kanvas” inilah kita akan menggambar bagaimana bentuk GUI aplikasi.

Toolbox



Didalam Toolbox kita dapat menemukan control-control yang dapat dipergunakan pada form. Control-control yang lain dapat ditambah dengan mengakses menu Project  Components atau dengan menekan tombol Ctrl + T.


Window Properties



Kita dapat merubah property-property dari object pada window property ini. Drop down pada window property menyimpan control-control pada form yang sedang aktif. Window property mempunyai 2 macam view, Alphabetic dan Categorized.

Form Layout Window



Dalam window ini kita dapat melihat posisi form relatif terhadap layar monitor kita.


Window Project



Window ini memperlihatkan daftar form dan module aplikasi yang sedang kita kerjakan.

Menempatkan control pada form
Ada 2 cara untuk menempatkan control pada form :
1. Klik ganda control pada toolbox. Aksi ini akan menambahkan control tersebut pada form dengan ukuran standar (default) di tengah-tengah Form.
2. Klik control di Toolbox, lalu pindahkan mouse pointer ke form. Tekan dan tahan tombol kiri mouse, drag sampai ukuran yang diinginkan, lepas tombol mouse.

Untuk memindahkan control, klik controlnya lalu pindahkan ke tempat yang anda inginkan. Pemindahan dapat juga dilakukan dengan menekan tombol Ctrl dan tombol panah kanan, kiri, atas atau bawah dengan catatan bahwa control yang ingin dipindahkan harus mendapat fokus.
Untuk merubah ukuran control, pindahkan mouse pointer ke tepi control, tekan dan tahan tombol kiri, drag sehingga didapat ukuran yang diinginkan. Cara lain yaitu dengan cara menekan tombol Shift dan tombol panah atas, bawah, kiri, atau kanan dengan catatan control yang ingin dirubah ukurannya harus mendapat fokus. Namun demikian, beberapa control tidak dapat dirubah ukurannya, contoh : CommonDialog, Timer.

Penamaan Control
Yang dimaksud dengan penamaan yaitu memberikan nilai kepada property Name pada control (semua control mempunyai property Name). Adapun aturannya :
- Maksimal 40 karakter
- Diawali dengan huruf
- Hanya boleh mengandung huruf, angka, dan garis bawah “_”.

Secara kesepakatan, untuk mempermudah membaca kode program, para programmer Visual Basic memberi awalan / prefix 3 huruf.


Jenis Control
Prefix
CommandButton
Label
TextBox
Frame
CheckBox
ComboBox
Timer
OptionButton
HscrollBar
DirListBox
Shape
Image
OLE Container Control
PictureBox
OptionButton
ListBox
VscrollBar
DriveListBox
FileListBox
Line
Data cmd
lbl
txt
fra
chk
cbo
tmr
opt
hsb
dir
shp
img
ole
pic
opt
lst
vsb
drv
fil
lin
dat


Visual Basic Object
Berikut ini akan kita bahas beberapa objek-objek dari Visual Basic.

1. Label
Label digunakan untuk menampilkan teks pada layar. Penamaan object label biasanya diberi awalan “lbl” untuk membedakannya dari object-object yang lain. Contoh: lblNamaPegawai, dapat digunakan untuk menamai sebuah label yang dipergunakan untuk menampilkan nama pegawai di form. Seperti object-object yang lain, label juga mempunyai property yang dapat dirubah/disetting pada waktu design-time atau pada waktu running-time. Beberapa property yang sering digunakan:
a. Alignment
Digunakan untuk memberi efek perataan tulisan pada label. Left Justify (rata kiri), Right Justify (rata kanan), Center (rata tengah).
b. Appereance
Digunakan dalam efek tampilan object. Flat atau 3D. Hanya dapat diatur pada design-time.
c. Autosize
Digunakan dalam penentuan ukuran object. Jika bernilai True maka ukuran label akan disesuaikan dengan ukuran tulisan/captionnya. Jika bernilai False maka ukuran label dapat kita tentukan sendiri.
d. BackColor
Digunakan dalam penentuan warna latar belakang dari label.
e. BackStyle
Digunakan dalam penentuan sifat label terhadap object lain yang berada dibawahnya. Transparent digunakan agar object lain yang berada dibawah label tersebut terlihat. Opaque digunakan agar object lain yang berada dibawah label tidak terlihat.
f. BorderStyle
Digunakan dalam penentuan border/garis tepi dari label. Gunakan None untuk membuat label tanpa border, atau Fixed Single untuk membuat label dengan border.
g. Caption
Mungkin ini property dari label yang paling sering kita atur. Dimana property caption menentukan tulisan apa yang akan ditampilkan oleh label tersebut.
h. Enable
Digunakan dalam penentuan apakah label itu dapat menerima event (click, double click, dsb) dengan nilai True atau tidak bila nilainya False.
i. Font
Digunakan dalam penentuan efek tulisan/caption. Jenis huruf, tebal, miring dapat ditentukan disini.
j. Fore Color
Digunakan dalam penentuan efek warna tulisan/caption label.
k. Visible
Digunakan dalam penentuan apakah label tersebut dapat terlihat atau tidak. Jika True maka kita dapat melihat label tersebut, sedangkan jika False kita tidak dapat melihat label tersebut.

2. TextBox
TextBox biasa dipakai untuk interaksi dengan user yang memerlukan input data dari keyboard. Misalnya kita gunakan textbox untuk nama user. Penamaan textbox diberi awalan “txt”. Sebagian besar property textbox sama dengan label, tetapi ada beberapa yang berbeda dan atau mempunyai arti yang tidak persis sama.
a. Enable
Jika property Enable dari textbox di set menjadi True maka kita dapat mengedit isi dari textbox, sedangkan jika bernilai False kita tidak dapat mengedit isi dari textbox tersebut.
b. MultiLine
Digunakan untuk menentukan apakah tulisan dalam textbox dapat terdiri dari beberapa baris. Jika bernilai True maka isi textbox dapat terdiri dari beberapa baris, sedangkan jika False hanya terdiri dari 1 baris.
c. Alignment
Berbeda dengan label, pada textbox property Alignment hanya dapat bekerja bila property MultiLine bernilai True.
d. PasswordChar
Digunakan untuk mengganti tampilan karakter yang kita ketik. Misalnya PasswordChar bernilai “*”, maka setiap karakter yang kita ketik akan ditampilkan dengan karakter “*” tersebut.
e. ScrollBar
Digunakan untuk menentukan apakah textbox tersebut memakai scrollbar atau tidak. None tanpa scrollbar, Horizontal jika textbox memakai scrollbar horizontal, Vertical jika textbox memakai scrollbar vertical, Both jika textbox memakai scrollbar horizontal dan vertical.
f. Text
Property textbox yang paling sering kita atur. Yaitu property tulisan/isi textbox.

3. CommandButton
CommandButton merupakan implementasi tombol pada Visual Basic. Jika kita memakai program berbasis windows yang lain, biasanya mereka menggunakan command button untuk interaksi user, seperti tombol OK, Cancel, Save, dsb. Awalan yang dipakai adalah "cmd". Property commandbutton sebagian besar sama dengan label. Beberapa perbedaan:
a. Cancel
Jika property ini bernilai True maka kita tidak perlu meng-klik tombol tersebut, kita cukup menekan tombol escape (ESC) pada keyboard. Dalam satu form hanya ada 1 tombol yang dapat mempunyai nilai True pada property Cancel-nya.

b. Default
Jika property ini bernilai True maka kita tidak perlu meng-klik tombol tersebut, kita cukup menekan tombol ENTER pada keyboard. Dalam satu form hanya ada 1 tombol yang dapat mempunyai nilai True pada property Default-nya.

4. OptionButton
OptionButton biasanya digunakan dalam pemilihan, dimana hanya satu pilihan yang dapat dipilih pada suatu saat tertentu. Penempatan OptionButton tergantung pada container-nya. Sekumpulan OptionButton dalam satu container, dianggap dalam satu grup dimana hanya ada 1 OptionButton yang dapat dipilih. Lihat gambar dibawah ini.



Disini 3 OptionButton dianggap satu grup dalam 1 container, yaitu form. Oleh karena itu hanya ada 1 OptionButton yang dapat dipilih (Option1). Bandingkan dengan gambar dibawah ini.



Dalam gambar diatas ada 2 OptionButton yang dipilih (Option2 dan Option4). Hal ini dimungkinkan karena container yang dipakai berbeda (Frame1 dan Frame2).
Jika sebuah OptionButton dipilih, maka property Value-nya bernilai True. Jika tidak dipilih maka Value-nya bernilai False.

5. CheckBox
Berbeda dengan OptionButton yang hanya dapat dipilih 1 dalam 1 container, kita dapat memilih satu, beberapa, atau bahkan semua checkbox karena chekbox tidak tergantung kepada container-nya. Walaupun begitu, kita dapat menempatkannya pada container seperti Frame untuk memberikan tampilan yang lebih jelas.



Property Value dari CheckBox terdiri dari 3 kemungkinan, 0-Unchecked, 1-Checked, 2-Grayed. Jadi dalam gambar kiri atas, nilai property Value Check1 adalah 0, Check2 adalah 1, dan Check3 adalah 2.

6. Menu Editor
Menu Editor dapat kita gunakan untuk membuat sistem menu dari program aplikasi. Jika terbiasa menggunakan program berbasis windows, tentu tidak asing lagi dengan istilah menu. Contoh : di dalam Microsoft Word kita dapat menemui menu-menu File, Edit, View dan sebagainya.
Untuk memulai pembuatan menu, aktifkan Menu Editor pada Toolbar Visual Basic. Jika icon nya disabled, aktifkan/tampilkan dulu form tempat dimana kita akan membuat sistem menu tersebut. Cara yang lain yaitu dengan klik kanan pada form tempat dimana kita akan membuat sistem menu lalu pilih Menu Editor.



Isi dari Caption akan ditampilkan pada layar, seperti property Caption pada Label. Jika Captionnnya diberi tanda "&" berarti selain mengklik menu kita dapat juga menggunakan tombol Alt dan huruf yang menyertai dibelakang tanda "&".
Isi dari Name adalah merupakan pengenal menu, seperti juga pada property Name pada object-object lainnya.
Menu juga dapat dilengkapi dengan Shortcut yang dapat dipilih dari Drop Down yang tersedia. Satu Shortcut hanya dapat diberikan kepada satu menu. (Contoh: Jika Ctrl+O sudah diberikan kepada Open, maka tidak bisa diberikan kepada menu Font, misalnya.)
Atur property Enabled untuk mengatur apakah menu dapat dipilih atau tidak dan property Visible untuk mengatur apakah menu dapat dilihat atau tidak.
Gunakan tombol panah kiri/kanan untuk mengatur indent dari menu. Menu yang berindent (menjorok ke dalam/kanan) adalah merupakan sub menu dari menu diatasnya yang menjorok lebih kekiri. Dalam gambar diatas, menu New dan Open merupakan sub menu dari menu File.

Fungsi String
Adakalanya didalam pembuatan sebuah program kita perlu memanipulasi string. Manipulasi ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan fungsi-fungsi bawaan Visual Basic yang memang diperuntukkan untuk memanipulasi string. Berikut diberikan beberapa fungsi yang sering dipakai. (Catatan: dalam program, penulisan string diapit dengan tanda kutip ganda).

1. Val(string)
Fungsi Val menerima sebuah argumen berupa string dan merubahnya menjadi numerik. Contoh: Val("1990") akan menghasilkan angka 1990. Val("1990 AD") akan menghasilkan angka 1990. Val("Th 1990") akan menghasilkan angka 0.
2. Left(string, length)
Fungsi Left yang menerima 2 buah argumen yaitu string dan length, akan menghasilkan string sepanjang length karakter. Contoh: Left(“Global”,3) akan menghasilkan “Glo”
3. Right(string,length)
Jika fungsi Left mengambil karakter dari kiri, maka fungsi Right akan mengambil karakter dari kanan string sebanyak length karakter.
Contoh: Right(“Global”,3) akan menghasilkan “bal”
4. Mid(string,start,length)
Fungsi Mid akan mengambil karakter dari string dimulai pada posisi start sepanjang length karakter.
Contoh: Mid(“Global”,3,3) akan menghasilkan “oba”
5. Ltrim(string)
Fungsi Ltrim akan membuang semua spasi yang berada disebelah kiri string.
Contoh: Ltrim(“ Global”) akan menghasilkan “Global”
6. Rtrim(string)
RTrim akan membuang semua spasi yang berada disebelah kanan string.
Contoh: Nama = Ltrim(“Global ”) akan menghasilkan “Global”
7. Trim(string)
Fungsi Trim akan membuang semua spasi yang berada disebelah kanan dan di sebelah kiri string.
Contoh: Trim(“ Global ”) akan menghasilkan “Global”
8. Len(string)
Fungsi Len akan menghitung jumlah karakter yang terdapat pada string.
Contoh: Len(“Global”) akan menghasilkan 6
9. UCase(string)
Fungsi UCase akan merubah semua huruf pada string menjadi huruf besar/huruf kapital.
Contoh: UCase(“Global”) akan menghasilkan “GLOBAL”
10. LCase(string)
Kebalikannya dari UCase, LCase akan merubah semua huruf pada string menjadi huruf kecil.
Contoh: LCase(“GlobAL”) akan menghasilkan “global”

Percabangan Bersyarat

If..Then
IF THEN
hanya akan dijalankan bila benar

Contoh:
If Text1.Text = "Hallo" Then MsgBox "Hallo Juga!"

If..Then..Else
IF THEN

ELSE

END IF
Jika benar, jalankan , jika tidak jalankan .

Contoh:
If Val(Text1.Text) > 65 Then
MsgBox "Selamat! Anda Lulus"
Else
MsgBox "Maaf! Anda Tidak Lulus"
End If

Penggunaan IF..THEN..ELSE dapat saling berkait (nested):
IF THEN

ELSE
IF THEN

ELSE

END IF
END IF

Contoh:
If Val(Text1.Text) > 80 then
MsgBox "Nilai = A"
Else
If Val(Text1.Text) > 60 then
MsgBox "Nilai = B"
Else
MsgBox "Nilai = C"
End If
End If


Baris kode diatas dapat disederhanakan menjadi:
IF THEN

ELSEIF THEN

ELSE

END IF

Contoh:
If Val(Text1.Text) > 80 then
MsgBox "Nilai = A"
ElseIf Val(Text1.Text) > 60 then
MsgBox "Nilai = B"
Else
MsgBox "Nilai = C"
End If

Select Case
Digunakan untuk memilih dari beberapa pilihan bergantung pada nilai yang akan diuji. Pengujian dilakukan dari blok case teratas sampai terbawah, dan hanya ada satu blok case yang akan dijalankan.
SELECT CASE
CASE

CASE

CASE ELSE

END SELECT

Contoh:
Select Case Text1.Text
Case "A"
MsgBox "Nilai = 4"
Case "B"
MsgBox "Nilai = 3"
Case "C"
MsgBox "Nilai = 2"
Case "D"
MsgBox "Nilai = 1"
End Select

Pemindahan Fokus pada Textbox
Pemindahan fokus untuk textbox dapat dilakukan dengan 3 cara. Cara pertama ialah dengan menggunakan mouse, klik textbox yang ingin kita isi. Cara kedua ialah dengan menggunakan tombol “Tab” pada keyboard. Cara yang ketiga ialah dengan menggunakan kode pada event “keypress”.
Dengan cara pertama, kita cukup meng-klik textbox yang kita mau dengan mouse. Dengan cara ini pemindahan fokus textbox agak sulit dilakukan karena tangan kita harus meraih mouse dan menekan tombol kiri pada textbox yang ingin diisi terlebih dahulu.
Dengan cara kedua, pemindahan menjadi lebih mudah karena kita hanya cukup menekan tombol tab. Pada cara ini perpindahan fokus tergantung dari property TabIndex masing-masing textbox. Dimana nilai terkecil akan menerima fokus terlebih dahulu.
Cara ketiga lebih mudah lagi, karena perpindahan tidak tergantung pada property TabIndex tersebut. Cukup tekan enter dan kita set textbox mana yang akan menerima fokus berikutnya.

‘Kode dibawah ini akan memindahkan fokus ke Text2 setelah kita menekan Enter pada Text1
Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = vbKeyReturn then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

Penggunaan event Change pada textbox
Event Change pada textbox terjadi bila kita merubah isi dari textbox melalui pengisian langsung pada textbox yang bersangkutan atau melalui perubahan setting pada property Text-nya pada saat running-time.

‘Kode dibawah ini akan menambahkan “a” dengan isi dari Text1 dan menyimpannya ke Text2
Private Sub Text1_Change()
Text2.Text = “a” & Text1.Text
End Sub

Tipe-Tipe Data dalam Visual Basic

Tipe Data Range Karakter
Integer -32768 s/d 32767 %
Long -2147483648 s/d 2147483647 &
Single Negatif: -3,402823E38 s/d -1,401298E-45
Positif: 1,401298E-45 s/d 3,402823E38 !
Double Negatif: -1,79769313486232E308 s/d
-4,94065645841247E-324
Positif: 4,94065645841247E-324 s/d
1,79769313486232E308 #
Currency -922337203685477,5808 s/d
922337203685477,5807 @
String 0 s/d 2 milyar karakter (win32)
0 s/d 65535 karakter (win16) $
Byte 0 s/d 255
Boolean True (Benar) dan False (Salah)
Date 1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999
Object Referensi Object
Variant Null, Error, dan seluruh tipe data lain diatas


Database Programming Dengan VB6

Membuat Database
Pembuatan database yang dibahas pada modul ini mencakup pembuatan database Microsoft Access (*.mdb) dengan menggunakan Visual Basic Add-Ins yaitu Visual Data Manager.
Untuk menjalankan Visual Data Manager, pilih menu Add-Ins  Visual Data Manager pada menu utama VB 6.0. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini.



Untuk membuat sebuah database, pilih menu File  New  Microsoft Access  Version 7.0 MDB.



Setelah itu akan muncul tampilan yang meminta kita untuk memasukkan nama file database dan lokasinya.


Setelah menentukan lokasi dan nama databasenya, tekan tombol Save hingga muncul tampilan berikut.



Klik kanan pada Database Window dan pilih New Table, sehingga tampil window Table Structure.



Ketikkan TbBarang pada Table Name lalu tekan Add Field yang akan menampilkan form berikut



Ketikkan KodeBarang pada Name sebagai nama dari field yang pertama. Pilih Text pada Type untuk menentukan tipe data dari field Kode Barang. Isikan 8 pada Size untuk menentukan lebar data yang dapat disimpan pada field tersebut. Klik OK.
Untuk menambahkan field-field yang lain, isi lagi Name, pilih Type dan isi Size. Jika semua field sudah dimasukkan, tekan Close untuk menutup window Add Field.
Penambahan Index dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan penambahan Field. Klik Add Index hingga muncul tampilan



Ketikkan IdxKodeBarang pada Name sebagai nama dari index. Setelah itu pilih field yang ingin di-index pada Available Fields. Field yang di-Index akan tampil pada Indexed Fields. Dengan menggunakan Index, maka record-record akan diurutkan berdasarkan field yang diindex. Selain itu dengan adanya Index, kita dapat menggunakan metode Seek untuk mencari record. Dengan cara ini pencarian record lebih cepat daripada dengan cara sequential dengan metode Find.


Bound Control

Di dalam Visual Basic, terdapat sebuah control yang disebut Data Control. Dengan Data Control ini dan beberapa control yang dapat dihubungkan dengan Data Control (disebut juga Data-Bound Control), kita dapat membuat sebuah program database sederhana dengan mudah.
Walaupun demikian, tidak semua database di support oleh Visual Basic Data Control. Access dan dBase adalah beberapa contoh yang telah disupport oleh Visual Basic. Untuk lebih jelasnya letakkan sebuah Data Control pada form, lihat property Connect pada Data Control. Disana dapat dilihat list yang disupport oleh Visual Basic.
Untuk pemakaian, letakkan sebuah Data Control pada form. Set property DatabaseName dengan nama database Access beserta path-nya. Set property RecordSource dengan nama table yang ingin digunakan. Visual Basic juga memungkinkan penggunaan statement SQL SELECT dan query yang disimpan pada database Access.
Selain menghubungkan form dengan database, Data Control juga dapat digunakan untuk navigasi record-record.







Kasus I : Browsing Database dengan Bound Control

Buat sebuah project dengan nama prjBound.vbp. Selanjutnya lihat tabel di bawah :

Object Property Setting
Form Name frmBarang
Caption Pemeliharaan Data Barang
Data Name datBarang
Caption Barang
DatabaseName c:\vb\data.mdb
RecordSource tbBarang
Text Name txtKodeBarang
DataField KodeBarang
DataSource datBarang
Text

Name txtNama
DataField Nama
DataSource datBarang
Text Name txtHargaSatuan
DataField HargaSatuan
DataSource datBarang
Object Property Setting
Text Name txtStok
DataField Stok
DataSource datBarang

Gunakan Visual Basic Menu Editor untuk membuat menu sbb:

Caption Name
&File mnuFile
----E&xit mnuFileExit



Pada event click untuk mnuFileExit ketikkan perintah:

Private Sub mnuFileExit_Click()
Unload Me
End Sub

Jalankan program, perhatikan bahwa textbox langsung terisi dengan data record pertama dalam tabel tbBarang. Coba juga melakukan navigasi record-record dengan mengklik First Record, Previous Record, Next Record, Last Record. Perhatikan juga bahwa isi text akan otomatis di-update berdasarkan navigasi yang kita lakukan.
Selain itu, jika kita melakukan perubahan pada data yang aktif, perubahan akan otomatis disimpan apabila kita berpindah record. Dengan demikian kita sudah dapat membuat sebuah aplikasi database sederhana tanpa kode sedikitpun. Pada contoh diatas, kode program hanya untuk menu keluar aplikasi.
Namun demikian, aplikasi ini tidak / belum dapat melakukan validasi pemasukan data, menambah data ataupun menghapus data. Untuk itu kita perlu memodifikasi aplikasi tersebut diatas.

Kasus II : Validasi Data

Agar aplikasi kita dapat melakukan validasi data, maka kita harus memodifikasi aplikasi sebelummnya. Tehnik yang dilakukan ialah dengan menggunakan event Validate dari Data Control.
Setiap navigasi - merubah posisi record / pindah ke record lain, Visual Basic akan menjalankan event Validate dari Data Control tersebut. Di dalam event inilah kita akan menulis kode yang nantinya dapat memvalidasi data yang akan disimpan ke dalam database.
Perubahan posisi record dengan data control dinyatakan dengan konstanta Visual Basic : vbDataActionMoveFirst – pindah ke record pertama, vbDataActionMovePrevious – pindah ke record sebelumnya, vbDataActionMoveNext – pindah 1 record ke depan, dan vbDataActionMoveLast – pindah ke record terakhir. Jadi di dalam event ini kita akan mengecek berdasarkan konstanta di atas.
Selanjutnya kita cek apakah pengisian data sudah sesuai dengan peraturan yang kita buat, misalnya textbox KodeBarang harus diisi. Jika setelah kita cek KodeBarang tidak diisi, maka keluarkan pesan dan set Action menjadi dbDataActionCancel (konstanta built-in Visual Basic yang akan membatalkan).
Buka project diatas, lalu ketikkan kode dibawah ini sebagai Validate event dari data control :

Private Sub datBarang_Validate (Action As Integer, Save As Integer)
If Action = vbDataActionMoveFirst or Action = vbDataActionMovePrevious or Action = vbDataActionMoveNext or Action = vbDataActionMoveLast then
If txtKodeBarang.Text = “” then
Msgbox “Kode Barang harus diisi”, vbExclamation
txtKodeBarang.SetFocus
Action = vbDataActionCancel
End If
End If
End Sub

Jika user melakukan perpindahan record, maka cek property text pada txtKodeBarang. Jika textbox tersebut kosong, keluarkan pesan error, lalu set focus pada textbox tersebut dan batalkan perpindahan pointer record.

Catatan:
Konstanta Visual Basic Nilai Pengganti
vbDataActionCancel 0
vbDataActionMoveFirst 1
vbDataActionMovePrevious 2
vbDataAvtionMoveNext 3
vbDataActionMoveLast 4

Kasus III : Menyediakan Fitur Undo pada Aplikasi

Situasi : setelah user melakukan perubahan pada bound control tetapi sebelum melakukan perpindahan pointer record untuk menyimpan perubahan, user ingin membatalkan perubahan yang ia buat. Untuk itu Visual Basic telah menyediakan UpdateControls Method dari Data Control. Dengan mengeksekusi method ini, maka Visual Basic akan membaca ulang database dan mengisi bound control dengan data asli dari database.
Modifikasi project diatas dengan merubah sistem menu menjadi :

Caption Name
&File mnuFile
----E&xit mnuFileExit
&Edit mnuEdit
----&Undo mnuEditUndo



Ketikkan kode berikut :

Private Sub mnuEditUndo_Click()
datBarang.UpdateControls
End Sub

Dengan adanya kode diatas, maka jika user memilih menu Edit  Undo, semua textbox akan terisi dengan data asli sebelum user melakukan perubahan.


Kasus IV : Menambah Record

Penambahan record pada bound controls dapat dilakukan dengan 2 cara : dengan merubah property data control atau dengan bantuan kode.
Property yang harus dirubah agar kita dapat menambah record baru ialah property EOFAction. Set property tersebut dengan 2 – AddNew. Dengan demikian jika pointer record telah berada pada record terakhir, penekanan tombol Move Next akan menyebabkan Visual Basic menambahkan record baru dan mengisi semua bound control dengan nilai default dari database (biasanya kosong / tidak diisi). Setelah entry data selesai, penyimpanan dilakukan oleh Visual Basic jika kita berpindah pointer ke record lain atau menambah record baru.
Cara lain yaitu dengan menggunakan kode. Buka project sebelumnya, kembalikan setting property EOFAction pada keadaan semula 0 – Move Last dan rubah sistem menu menjadi :

Caption Name
&File mnuFile
----E&xit mnuFileExit
&Edit mnuEdit
----&Undo mnuEditUndo
&Data mnuData
----&Add Record mnuDataAdd
----&Save Record mnuDataSave



Ketikkan kode dibawah ini :

Private Sub Form_Load()
mnuDataSave.Enabled = False
End Sub


Private Sub mnuDataAdd_Click()
datBarang.Recordset.AddNew
mnuDataSave.Enabled = True
mnuDataAdd.Enabled = False
txtKodeBarang.SetFocus
End Sub

Private Sub mnuDataSave_Click()
datBarang.Recordset.Update
mnuDataSave.Enabled = False
mnuDataAdd.Enabled = True
End Sub

Ketika user memilih menu Data  Add, metode AddNew dari data control akan mereset textbox menjadi nilai defaultnya (kosong / tidak diisi) dan menyiapkan tempat untuk record baru nantinya. Selanjutnya menu Save akan di-enable dan menu Add akan di-disable dan merubah focus ke txtKodeBarang.
Ketika user memiih menu Data  Save, metode Update akan mengkopi isi dari textbox ke dalam database dan mengupdate table sebagai langkah akhir penyimpanan. Selanjutnya menu Save akan di-disable dan menu Add akan di-enable.

Kasus V : Menghapus Data

Kadang diperlukan juga suatu fitur aplikasi yaitu untuk menghapus data. Penghapusan ini biasanya dilakukan apabila, misalnya, penjualan suatu barang tertentu dihapuskan atau dengan kata lain kita tidak menjual barang tersebut lagi untuk seterusnya.
Untuk itu buka kembali project diatas. Rubah sistem menu menjadi :

Caption Name
&File mnuFile
----E&xit mnuFileExit
&Edit mnuEdit
----&Undo mnuEditUndo
&Data mnuData
----&Add Record mnuDataAdd
----&Save Record mnuDataSave
----&Delete Record mnuDataDelete

Lalu ketikkan kode berikut :


Private Sub mnuDataDelete_Click()
if MsgBox(“Hapus data ini ?”, vbQuestion + vbYesNo + vbDefaultButton2) = vbYes then
datBarang.Recordset.Delete
datBarang.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub

Jika user memilih menu Data  Delete Record, maka akan keluar kotak pesan yang menanyakan konfirmasi penghapusan. Jika user benar-benar ingin menghapus data (user pilih Yes), maka record aktif akan dihapus. Selanjutnya pointer record akan berpindah ke record pertama. Ini untuk menghindari error sebab setelah record dihapus, pointer record tidak akan menuju ke suatu record yang valid.

Kasus VI : Browse Data dengan DBGrid

Untuk user yang biasa menggunakan aplikasi Spreadsheet (Lotus, Excel), mungkin membutuhkan suatu cara penyajian data dalam bentuk tabel. Untuk menyediakan fitur tersebut, kita dapat menggunakan control Data Bound Grid (DBGrid).
Buka kembali project diatas. Tambahkan sebuah CommandButton pada form tersebut :

Object Property Setting
CommandButton Name cmdBrowseBarang
Caption Browse Data Barang



Ketikkan kode berikut sebagai event klik dari tombol yang baru kita buat tersebut:

Private Sub cmdBrowseBarang_Click()
frmBrowseBarang.Show vbModal
End Sub

Maksudnya ialah agar menampilkan form frmBrowseBarang tersebut sebagai modal. Sebelum from frmBrowseBarang ditutup, user tidak akan bisa pindah ke form yang lain.
Setelah itu tambah 1 buah form, 1 buah data control, sebuah DBGrid dan CommandButton:

Object
Property Setting
Form Name frmBrowseBarang
Caption Browse Data Barang
Data Name datBarang
Caption Barang
DatabaseName c:\vb\data.mdb
RecordSource tbBarang
Visible False
DBGrid Name grdBrowseBarang
Align 1 - vbAlignTop
DataSource datBarang
CommandButton Name cmdExit
Caption Keluar



Ketikkan kode berikut sebagai event click dari cmdExit :

Private Sub cmdExit_Click()
Unload Me
End Sub

Jadi jika user klik tombol Keluar, form akan di-unload dan kembali ke form sebelumnya.
Untuk mengisi judul kolom-kolom DBGrid, klik kanan pada DBGrid tersebut dan pilih Retrieve Fields. Judul kolom tersebut akan terisi otomatis berdasarkan nama field dari table tbBarang.
Klik kanan DBGrid, pilih Properties…, pada tab General kita dapat memberikan judul untuk DBGrid tersebut dengan mengisi box Caption.
Jika ingin merubah judul kolom, pilih tab Columns dan rubah Caption dari kolom-kolom tersebut.
Agar user dapat menambahkan data baru langsung pada DBGrid, rubah property AllowAddNew menjadi True atau dengan membari tanda centang pada AllowAddNew pada tab General.
Agar user dapat menghapus data langsung pada DBGrid, rubah property AllowDelete menjadi True atau dengan memberi tanda centang pada AllowDelete pada tab General.
Setelah program dijalankan, DBGrid akan langsung terisi dengan data dari database. Selain itu user dapat menambah data baru, merubah data dan menghapus langsung pada DBGrid.

Data Access Object

Dengan Data Control, kita dapat dengan mudah membuat aplikasi database tanpa atau dengan sedikit kode. Walupun demikian Data Control membatasi akses kita terhadap database itu sendiri. Untuk dapat melakukan kontrol penuh terhadap database dengan fleksibilitas yang besar, Microsoft Jet database engine menyediakan metode lain yaitu dengan menggunakan Data Access Object (DAO) – walaupun dengan koding yang lebih banyak.

Deklarasikan variabel database dan recordset
Contoh:
Dim dbBarang As Database
Dim rsPemilik As Recordset

Set database dan recordset
Contoh:
Set dbBarang = OpenDatabase("c:\data.mdb")
Set rsPemilik = db.OpenRecordset("tbPemilik")
Catatan: tbPemilik adalah nama tabel.

Menambah record baru
Contoh:
rsPemilik.AddNew
rsPemilik!KodePemilik = txtKodePemilik.Text
rsPemilik!NamaPemilik = txtNamaPemilik.Text
rsPemilik.Update

Mencari data dengan index
Contoh:
rsPemilik.Index = "idxKodePemilik"
rsPemilik.Seek "=", txtCari.Text

Menghapus record
Contoh:
rsPemilik.Delete
rsPemilik.MoveFirst/MoveLast
Catatan: setelah penghapusan data, pointer record tidak menunjuk ke record yang valid. Oleh karena itu untuk menghindari masalah, pindahkan pointer record ke record pertama/terakhir.

Merubah data
Contoh:
rsPemilik.Edit
rsPemilik!KodePemilik = txtKodePemilik.Text
rsPemilik!NamaPemilik = txtNamaPemilik.Text
rsPemilik.Update
Catatan : Untuk menghapus atau merubah data, data yang ingin dirubah / dihapus harus dijadikan record aktif dengan terlebih dahulu melakukan pencarian terhadap record tersebut. Jika data yang dicari ada, baru dapat dilakukan penghapusan / perubahan.

Contoh Kasus : Pembuatan aplikasi pemeliharaan data barang





Object Property Setting
Form Name FrmBarang
Caption Pemeliharaan Data Barang
TextBox Name txtKodeBarang
Text Kosongkan
TextBox Name txtNama
Text Kosongkan
TextBox Name txtHargaSatuan
Text Kosongkan
TextBox Name txtStok
Text Kosongkan
Frame Caption Kosongkan
CommandButton Name cmdAdd
Caption &Tambah
CommandButton Name cmdEdit
Caption &Rubah
CommandButton Name cmdDelete
Caption &Hapus
CommandButton Name cmdExit
Caption &Keluar


Listing Kode

Dim dbBarang As Database
Dim rsBarang As Recordset
Deklarasi variabel database dan recordset

Sub DisableBox()
txtNama.Enabled = False
txtNama.BackColor = vbButtonFace
txtHargaSatuan.Enabled = False
txtHargaSatuan.BackColor = vbButtonFace
txtStok.Enabled = False
txtStok.BackColor = vbButtonFace
End Sub
Prosedur DisableBox akan men-disable-kan textbox Nama, HargaSatuan dan Stok

Sub EnableBox()
txtNama.Enabled = True
txtNama.BackColor = vbWhite
txtHargaSatuan.Enabled = True
txtHargaSatuan.BackColor = vbWhite
txtStok.Enabled = True
txtStok.BackColor = vbWhite
End Sub
Prosedur EnableBox akan meng-enable-kan textbox Nama, HargaSatuan dan Stok

Sub ClearBox()
txtKodeBarang.Text = ""
txtNama.Text = ""
txtHargaSatuan.Text = ""
txtStok.Text = ""
txtKodeBarang.SetFocus
End Sub
Prosedur ClearBox akan membersihkan textbox KodeBarang, Nama, HargaSatuan dan Stok serta merubah focus ke KodeBarang.

Sub ClearBox2()
txtNama.Text = ""
txtHargaSatuan.Text = ""
txtStok.Text = ""
End Sub
Prosedur ClearBox2 akan membersihkan textbox Nama, HargaSatuan dan Stok.







Private Sub cmdAdd_Click()
rsBarang.AddNew
rsBarang!KodeBarang = txtKodeBarang
rsBarang!Nama = txtNama
rsBarang!HargaSatuan = txtHargaSatuan
rsBarang!Stok = txtStok
rsBarang.Update
ClearBox
DisableBox
cmdAdd.Enabled = False
End Sub
Jika user klik tombol Add, method AddNew akan menyediakan tempat untuk data / record baru. Selanjutnya field-field akan diisi berdasarkan textbox yang bersangkutan. Setelah itu method Update akan melakukan penyimpanan, panggil prosedur ClearBox dan DisableBox, disable-kan tombol Add.

Private Sub cmdDelete_Click()
rsBarang.Delete
rsBarang.MoveFirst
ClearBox
cmdEdit.Enabled = False
cmdDelete.Enabled = False
End Sub
Jika user klik tombol Delete, data aktif yang ditampilkan di layar akan dihapus, lalu panggil prosedur ClearBox dan disable-kan tombol Edit dan Delete. Untuk menghapus data sebelumnya jalankan terlebih dahulu fasilitas pencarian untuk mencari dan memindahkan pointer record ke record yang ingin dihapus tersebut.

Private Sub cmdEdit_Click()
If cmdEdit.Caption = "&Rubah" Then
EnableBox
cmdEdit.Caption = "&Simpan Perubahan"
cmdDelete.Enabled = False
Else
rsBarang.Edit
rsBarang!KodeBarang = txtKodeBarang
rsBarang!Nama = txtNama
rsBarang!HargaSatuan = txtHargaSatuan
rsBarang!Stok = txtStok
rsBarang.Update
ClearBox
DisableBox
cmdEdit.Caption = "&Rubah"
cmdEdit.Enabled = False
End If
End Sub
Jika captionnya “Rubah”, penekanan tombol akan memanggil prosedur EnableBox, merubah Caption tombol menjadi “Simpan Perubahan” dan men-disable-kan tombol Delete.

Jika captionnya “Simpan Perubahan”, simpan perubahan data ke dalam database, panggil ClearBox, DisableBox, rubah caption menjadi “Rubah” dan disablekan tombol tersebut.

Private Sub cmdExit_Click()
Unload Me
End Sub
Tombol Exit akan membawa user keluar dari program.

Private Sub Form_Load()
Set dbBarang = OpenDatabase(App.Path + "\glosell.mdb")
Set rsBarang = dbBarang.OpenRecordset("TbBarang")
DisableBox
cmdAdd.Enabled = False
cmdEdit.Enabled = False
cmdDelete.Enabled = False
End Sub
Buka database dan recordset, panggil DisableBox, disable-kan tombol Add, Edit dan Delete.

Private Sub txtKodeBarang_Change()
If Len(txtKodeBarang) < 8 Then ClearBox2 DisableBox cmdAdd.Enabled = False Exit Sub End If rsBarang.Index = "IdxKodeBarang" rsBarang.Seek "=", txtKodeBarang If Not rsBarang.NoMatch Then txtNama.Text = rsBarang!Nama txtHargaSatuan.Text = rsBarang!HargaSatuan txtStok.Text = rsBarang!Stok cmdEdit.Enabled = True cmdDelete.Enabled = True Else EnableBox ClearBox2 cmdAdd.Enabled = True End If End Sub Private Sub txtKodeBarang_KeyPress(KeyAscii As Integer) KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii))) End Sub Private Sub txtNama_KeyPress(KeyAscii As Integer) KeyAscii = Asc(UCase(Chr(KeyAscii))) End Sub Aplikasi Database dengan 2 Tabel atau Lebih Dalam pembuatan aplikasi database, ada kemungkinan pemakaian database dengan 2 tabel atau lebih. Misalnya dalam aplikasi penjualan, diperlukan tabel Pelanggan, Barang dan Transaksi. Dimana ketika kita melakukan Transaksi Penjualan, Pelanggan yang membeli dan Barang yang dibelinya akan kita simpan ke dalam tabel Transaksi. Untuk lebih jelasnya diberikan contoh kasus sebagai berikut : Buatlah sebuah aplikasi penjualan dengan menggunakan database Access yang terdiri dari 3 tabel tbPelanggan, tbBarang dan tbTransaksi dengan ketentuan field-field sebagai berikut: Tabel tbPelanggan Field Name Field Type Field Size KodePelanggan Text 5 Nama Text 20 Alamat Text 100 Telepon Text 8 Tabel diindex berdasarkan field KodePelanggan dengan nama index idxKodePelanggan Tabel tbBarang Field Name Field Type Field Size KodeBarang Text 5 Nama Text 20 Harga Currency Stok Integer Tabel diindex berdasarkan field KodeBarang dengan nama index idxKodeBarang Tabel tbTransaksi Field Name Field Type Field Type NoTrans Text 5 Tanggal Date/Time KodePelanggan Text 5 KodeBarang Text 5 Jumlah Integer Total Currency Tabel diindex berdasarkan field NoTrans dengan nama index idxNoTrans Selanjutnya, buatlah form Menu Utama, Data Pelanggan ,Data Barang dan Transaksi. Input Kode Barang dan Kode Pelanggan pada form Transaksi dilakukan dengan memilih data yang ada dari dropdown yang tersedia. Untuk itu kita mempergunakan DBCombo dari Microsoft Data Bound List Controls 6.0. Object Type Property Setting Data Name dtaPelanggan Caption Pelanggan DatabaseName c:\vb\data.mdb RecordSource tbPelanggan Visible False DBCombo Name dbcKodePelanggan ListField KodePelanggan RowSource dtaPelanggan Style 2 - dbcDropDownList Data Name dtaBarang Caption Barang DatabaseName c:\vb\data.mdb RecordSource tbBarang Visible False DBCombo Name dbcKodeBarang ListField KodeBarang RowSource dtaBarang Style 2 - dbcDropDownList Deklarasikan recordset pencarian pada General Declaration: Public rsBarangCari as Recordset Public rsPelangganCari as Recordset Set recordset dengan tabel database pada Form_Load (asumsi : db adalah variabel untuk database yang telah diset ke file database) Set rsBarangCari = db.OpenRecordset(“tbBarang”) Set rsPelangganCari = db.OpenRecordset(“tbPelanggan”) rsBarangCari.Index = “idxKodeBarang” rsPelangganCari.Index = “idxKodePelanggan” Pada event Click dbcKodePelanggan ketikkan: Private Sub dbcKodePelanggan_Click(Area As Integer) If Area = dbcListArea then rsPelangganCari.Seek "=",dbcKodePelanggan.Text txtNamaPelanggan.Text = rsPelangganCari!Nama End If End Sub Pada event Click dbcKodeBarang ketikkan: Private Sub dbcKodeBarang_Click(Area As Integer) If Area = dbcListArea then rsBarangCari.Seek "=",dbcKodeBarang.Text txtNamaBarang.Text = rsBarangCari!Nama txtHargaSatuan.Text = rsBarangCari!Harga End If End Sub Setelah program dijalankan, bukalah form Transaksi. Perhatikan bahwa kita cukup memilih KodePelanggan dari dropdown yang tersedia maka NamaPelanggan akan terisi secara otomatis. Hal ini berlaku pula jika kita memilih KodeBarang dari drop down yang tersedia, Namabarang dan Harga Satuan akan terisi secara otomatis. Adapun untuk penyimpanan, yang kita simpan adalah KodePelanggan (didapat dari dbcKodePelanggan.Text) dan KodeBarang (didapat dari dbcKodeBarang.Text). Pembuatan Laporan pada Visual Basic Pendahuluan Pembuatan report / laporan dimaksudkan agar user dapat menghasilkan keluaran / output berupa cetakan ke atas kertas. Laporan ini biasanya diperlukan oleh para manajer untuk pengambilan keputusan-keputusan. Sebelumnya pembuatan laporan harus menggunakan program dari luar seperti Seagate Crystal Report, atau dengan mengkoding sendiri semua langkah-langkah dari pembacaan data, looping, pencetakan dan format laporannya. Tentu saja pembuatan laporan dengan cara koding seperti ini tidak mudah karena diperlukan berlembar-lembar kertas agar dapat dicapai format laporan yang diinginkan. Untunglah Microsoft menyadari hal ini dan memasukkan fitur pembuatan laporan pada Visual Basic versi 6, yaitu Microsoft Data Report Designer. Dengan fitur ini, programmer dapat dengan mudah membuat laporan karena sifatnya yang WYSIWYG dan mirip seperti pembuatan form pada umumnya. Laporan yang dihasilkan pun defaultnya hanya di-preview, sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas yang tidak perlu untuk mencoba melihat hasilnya. Laporan juga dapat dikonversikan ko format umum seperti HTML. Pembuatan Laporan dengan MS Data Report Designer Buat project baru (standard exe) pada Visual Basic. Pilih menu Project  Add Data Environment untuk menambahkan Data Environment pada project. Klik kanan pada Connection1 dan pilih Properties. Pada window yang muncul kemudian, pilih Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider lalu klik Next. (Jika tidak ada, dapat juga digunakan Microsoft Jet 3.51 OLE DB Provider) Catatan: Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider dapat ditemukan apabila di komputer telah terinstall MS Access 2000. Isikan path dan nama file database (*.mdb) atau tekan tombol … untuk mencari filenya (browse). Setelah itu tekan tombol Test Connection untuk mengetes apakah sudah dapat terkoneksi dengan database tersebut dan klik OK. Klik kanan kembali pada Connection1 dan pilih Add Command Klik kanan pada Command1 untuk menampilkan form berikut Pilih option Database Object lalu pilih Table dari dropdown di sebelahnya. Setelah itu pilih nama tabel pada Object Name. Klik Apply lalu OK. Tambahkan sebuah Data Report dengan memilih Project  Add Data Report Klik dan tahan Command1 pada Data Environment, lalu drag ke Data Report pada Detail (Section1) sehingga tampilan Data Report menjadi seperti dibawah ini. Perhatikan bahwa semua field dari tabel telah berada pada Report. Selanjutnya atur posisinya sesuai keperluan. Langkah selanjutnya adalah menentukan sumber data untuk Data Report tersebut. Untuk itu pilih property DataSource pada Data Report dan pilih DataEnvironment1 pada dropdown yang tersedia. Setelah itu pilih Command1 pada dropdown property DataMember. Tambahkan sebuah form pada project. Pada Form_Load ketikkan kode berikut: DataReport1.Show Jika langkah-langkah diatas telah dijalankan dengan benar, maka ketika program dijalankan, datareport1 akan muncul. Catatan : 2 buah Icon yang berada diatas kegunaannya berturut-turut adalah untuk mencetak dan untuk export laporan yang ada ke format lain, misalnya, HTML. Pembuatan Laporan dengan Menggunakan Crystal Report. Jika di dalam Visual Basic versi 5 terdapat pilihan untuk menginstall Crystal Report, maka pada Visual Basic versi 6 pilihan tersebut dihilangkan. Hal ini mungkin dilakukan karena Visual basic versi 6 sudah mempunyai Data Report Designer yang dapat digunakan untuk pembuatan laporan. Namun demikian bukan berarti kita tidak dapat menggunakan Crystal Report. Crystal Report dapat ditemukan pada CD instalasi Visual Basic pada folder/direktory "D:\Common\Tools\VB\Crysrept\" (ganti D dengan drive CDROM Anda). Setelah berada di dalam folder/direktory ini, jalankan file Crystl32.exe untuk menginstall Crystal Report. Setelah diinstall, Crystal Report dapat Anda temui pada menu Add-Ins Visual Basic, yaitu Report Designer. Menjalankan Crystal Report Pilih menu Add-InsReport Designer untuk menampilkan window utama Crytal Report seperti dibawah ini. Membuat Report Baru Pilih menu File  New untuk menampilkan windows berikut ini Klik pada tombol Standard untuk menampilkan window Report Expert. Memasukkan Database Pada tab Step1: Tables, klik pada Data File untuk menampilkan window Choose Database File. Di window ini Anda dapat mem-browse direktory untuk mencari file database yang akan dipakai sebagai sumber data dari report yang akan kita buat. Setelah file database yang diinginkan ditemukan, tekan tombol Add untuk menampilkan kembali tab Step1: Tables. Menambahkan Tabel Pada tab Step1: Tables, pilihlah tabel yang ingin dimasukkan ke dalam report, lalu klik Next >>.



Melihat/Modifikasi Relasi Tabel-Tabel



Jika tabel yang dimasukkan lebih dari satu, maka pada tab 2: Links anda dapat melihat/memodifikasi hubungan antara tabel-tabel. Selanjutnya tekan Next >>.

Menambahkan Field-field
Pada tab 3: Fields, Anda dapat memilih field-field mana saja yang ingin ditampilkan di dalam report. Terlebih dahulu klik field-nya pada Database Fields lalu klik Add ->, atau klik All -> untuk memasukkan semua field. Klik Next >>.



Menentukan Sortir Data
Pada tab 4: Sort, Anda dapat memilih field yang akan di sort dan ordernya. Pada gambar terlihat bahwa laporan akan diurutkan berdasarkan Field KodeBarang secara menaik (Ascending).



Menentukan Field yang akan di Total
Pada tab 5: Total, Anda dapat memilih field-field yang akan ditotalkan.



Memilih Field Filter
Pada tab 6: Select, Anda dapat memilih field yang akan difilter. Sebagai acuan, yang biasanya dipilih adalah field yang di-index.



Memilih Report Style
Pada field 7: Style, Anda dapat memberi judul pada laporan yang Anda buat. Anda juga dapat memilih style dari laporan Anda, apakah bentuk Standard, Table, dsb. Gambar style yang dipilih akan ditampilkan di sebelah kanan. Setelah itu Anda dapat mengklik Preview Report untuk melihat hasil laporan yang Anda buat.



Gambar Preview Report dapat dilihat seperti gamabr dibawah ini.


Jika Anda pilih tab Design maka Anda dapat merubah desain dari laporan yang baru Anda buat.

Merubah Desain Report



Di dalam tab Design ini Anda dapat menambahkan Field dari Tabel, Text Field, sampai dengan menambahkan gambar pada laporan Anda.

Menambahkan Field
Untuk menambahkan field, pilih menu InsertDatabase Field. Pada window yang tampil, pilih field yang ingin di-insert lalu klik Insert.


Jika Anda ingin menambahkan tulisan pada report. Pilih menu InsertText Field. Pada window yang keluar, isikan teks yang akan ditampilkan.



Klik Accept, setelah itu letakkan Text Field di tempat yang diinginkan. Pilih tab Preview untuk menampilkan report dengan Text Field yang baru dimasukkan.

Merubah Format Tanggal
Di dalam tab Design kita dapat juga merubah format tampilan dari field tanggal. Contohnya merubah format tanggal dari "dd/mm/yyyy" menjadi "dd-mm-yyyy". Klik kanan pada Field Tanggal lalu pilih Change Format.
Pada window yang tampil, Anda dapat merubah format tampilan dari tanggal tersebut.
- Use Windows Default Format : field tanggal tersebut akan mengikuti format dari penanggalan system Windows.
- Suppress if Duplicated : apabila ada dua nilai yang sama, yang akan ditampilkan hanya satu nilai.
- Hide when Printing : jika report tersebut diprint, field tidak akan ikut tercetak.
- Alignment : Left (rata kiri), Center (rata tengah), Right (rata kanan), atau Default (standar).
- MDY : field akan berformat "mm-dd-yyyy", DMY berformat "dd-mm-yyyy" serta YMD akan berformat "yyyy-mm-dd".
Anda dapat memilih format angka bulan, tanggal dan tahun pada dropdown yang tersedia. Anda juga dapat sekaligus merubah karakter pemisah tanggal, bulan dan tahun.
Setelah perubahan selesai, klik OK untuk kembali ke tab Design.



Setelah kembali pada tab Design, perubahan yang dilakukan langsung diterapkan.

Merubah Format Angka Currency
Pada tab Design, klik kanan pada Field HargaSatuan dan pilih Change Format.



- Use Windows Default Format : Format Angka akan mengikuti format System Windows Anda.
- Suppress if Duplicated : ahnya menampilkan satu nilai walaupun ada nilai yang sama.
- Suppress if Zero : apabila jika nilainya 0 maka field tidak akan diisi.
- Hide when Printing : nilai tidak akan tercetak.
- Decimals : memilih format nilai desimal.
- Rounding : memilih pembulatan nilai.
- Negatives : memilih format tampilan nilai negatif.
- Currency Symbol : akan ditambahkan simbol Mata Uang pada nilai.
- One Symbol Per Page : hanya akan menampilkan satu simbol mata uang per halaman.
- Fixed : Simbol Mata Uang berada di kiri sedangkan nilai angka berada di kanan, sehingga kemungkinan ada spasi antara simbol dan nilai.
- Floating : simbol mata uang dan nilai berdekatan, rata kanan sehingga kemungkinan ada spasi di sebelah kiri simbol mata uang.
- Position : menentukan letak simbol mata uang.
- Decimal Separator : menentukan pemisah angka desimal
- Thousands Separator : menentukan pemisah angka ribuan
- Leading Zero : menentukan apakah ada angka 0 di depan.
Setelah perubahan selesai dilakukan, klik OK.

Menambah Gambar pada Laporan
Untuk menambah gambar pada laporan, pilih menu InsertPicture. Cari file yang diinginkan lalu klik OK. Selanjutnya letakkan gambar di tempat yang diinginkan.

Hasil dari perubahan diatas dapat di lihat pada gambar dibawah ini.



Setelah modifikasi selesai, simpan report dengan nama file : "Laporan Data Barang.rpt".

Memanggil Report dari Visual Basic
Pertama-tama yang perlu dilakukan ialah menambahkan Crystal Report Control. Tekan Ctrl+T dan tandai Crystal Report Control 4.6 untuk menampilkan icon Crystal Report di Toolbox.
Langkah selanjutnya adalah menempatkan control pada form. Untuk itu buka lagi project Aplikasi Pemeliharaan Data Barang. Tempatkan sebuah CommandButton dan sebuah Crystal Report Control 4.6.

Object Property Setting
CommandButton Name cmdLaporan
Caption &Laporan
Crystal Report Control 4.6 Name rptLaporan




Pada event Click cmdLaporan ketikkan kode berikut:

rptLaporan.ReportFileName = app.path & _
"\Laporan Data Barang.rpt"
rptlaporan.PrintReport

Jalankan program. Tekan tombol Laporan, maka akan muncul form Crystal Report yang berisikan laporan data barang yang kita buat tadi.
Sumber : http://le4rn-more.blogspot.com/2012/04/belajar-visual-basic-60-dari-dasar.html
Baca selengkapnya »

Cara Menginstal XAMPP

0 komentar
Pertama sebelum mengakses database MySQL dengan VB 6, maka terlebih dahulu kita bahas sedikit mengenai XAMPP, karena XAMPP merupakan suatu paket server yang sangat lengkap. Didalamnya sudah terdapat PHP, Apache, MySql, Phpmyadmin, dll. XAMPP merupakan singkatan dari X (empat system operasi yaitu Windows, Linux, Mac Os X dan Solaris), Apache, MySQL, PHP, Perl. 

Seperti kepanjangannya XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dalam paketnya sudah terdapat Apache (web server), MySQL (database), PHP (server side scripting), Perl, FTP server, phpMyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya. Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasikannya secara otomatis untuk Anda.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menginstall XAMPP di windows :




  • Download terlebih dahulu XAMPP di http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html, Klik dua-kali file XAMPP yang telah Anda download. 
  • Berikutnya klik saja [OK] untuk pilihan bahasa, English. 

  • Klik [Next] pada jendela Setup Wizard yang muncul. 

  • Berikutnya Anda diminta memilih folder tempat XAMPP dipasang. Untuk mudahnya pilih saja di c:\, seperti default-nya dan klik [Next]. 

  • Pada jendela yang muncul berikutnya, Jangan lupa klik 3 kotak pada service section. Yaitu anda harus menginstall apache as service, mysql as service dan filezilla as service. klik saja [Install], dimana shortcut untuk menjalankan XAMPP akan ada di desktop dan di menu Start.

  • Tunggu beberapa menit sementara XAMPP diinstall. 

  • Klik [Finish] setelah XAMPP selesai diinstal. 

  • Anda akan mendapati tawaran, apakah akan menjalankan XAMPP Control Panel sekarang atau lain kali. Klik [Yes] bila Anda akan menjalankannya. 
  • Setiap kali Anda akan mengelola situs Web Anda di PC lokal, Anda harus menjalankan XAMPP. Menjalankan XAMPP berarti memfungsikan PC Anda sebagai server Web. Untuk menjalankannya, klik ikon XAMPP dan Anda dihadapkan pada XAMPP Control Panel. 

  • Klik [Start] masing-masing untuk Apache dan MySql, sehingga muncul tanda Running untuk keduanya. PC lokal Anda kini sudah menjadi server Web lokal. 

  • Jalankan browser Anda dan ketikkan: http://localhost. Bila muncul tampilan seperti di bawah ini, berarti PC Anda sudah berfungsi sebagai server Web. Klik [English] untuk memilih bahasa Inggris. 
  • Dari tampilan yang muncul Anda dapat melakukan berbagai administrasi untuk server Anda termasuk membuat database SQL. 

B. CREATE DATABASE AND TABLE

  • Pilih phpMyAdmin untuk membuat Database MySQL, misal Databasenya beri nama tutorialmysqlvb6offline, kemudian klik tombol Create seperti gambar di bawah ini. 
  • Hasil dari database  tutorialmysqlvb6offline yang telah Anda buat tampaksepertigambar di bawah ini.
  • Selanjutnya Anda bisa coba-coba membuat tabel dalam database  tutorialmysqlvb6offline ini, untuk mudahnya, saat ini Anda dapat mendownload Tabel-tabel dalam Database  tutorialmysqlvb6offline tersebut dengan klik di link download ini, kemudian melalui phpMyAdmin tersebut anda dapat mengimport file yang telah anda download. Klik tombol Importuntuk mulai Import.
  • Tekan tombol Chose File untuk memilih File hasil download tadi kemudian tekan Tombol Go untuk memulai impor. Hasilnya akan tampak seperti gambar dibawah ini.

C. CREATE USER

  • Selanjutnya kita akan membuat User yang berhak mengakses Database  tutorialmysqlvb6offline, tekan Privileges dilanjutkan tekan Add New User pada halaman yang muncul. Selanjutnya akan tampak halaman dengan isian User Name, Host, Password dan Retype Password. Anda dapat mengisi isian tersebut sesuai dengan kehendak Anda, Untuk saat ini seperti pada gambar di bawah saya mengisi; 
User name = TutorMySQL
Host = localhost
Password = TutorMySQLVB6 
Database for user = Grant All privileges on Database tutorialmysqlvb6offline
Untuk Pilihan Global Privileges =  Check All
  • Selanjutnya tekan tombol Go, maka Anda sudah berhasil membuat User yang hanya dapat mengakses Database  tutorialmysqlvb6offline, seperti gambar di bawah ini.

Setelah selesai Anda dapat menutup browser untuk menutup tampilan di atas. Untuk pengetahuan tambahan Anda dapat menonaktifkan server lokal Anda, dengan cara, pada XAMPP Control Panel, klik [Stop] pada masing-masing [Apache] dan [MySql], lalu tutup jendela control panel.

D. Seting ODBC MySQL Driver

Jika di komputer Anda belum terinstal Connector MySQL ODBC maka Anda dapat mendownload Connector ODBC dilink http://dev.mysql.com/downloads/connector/odbc/
Sumber : http://vbasiccode.blogspot.com/2012/07/access-mysql-with-vb-60.html#more
Baca selengkapnya »

Belajar Bahasa Pascal

0 komentar
Menu Turbo Pascal
Turbo Pascal memiliki 7 buah menu utama yang terdiri dari : File, Edit, Run, Compile, Options, Debug, dan Break / Watch. Untuk memilih salah satu dari menu itu anda bisa menekan tombol Alt + F (untuk memanggil menu file), atau menekan Alt + [huruf pertama dari menu].
Jika anda ingin kembali ke menu utama anda bisa saja menekan tombol F10, untuk pindah dari menu satu ke menu yang lain anda juga bisa menekan panah kanan atau panah kiri. Contohnya ketika anda berada di menu File maka untuk pindah ke menu Compile anda cukup menggunakan tombol panah kanan atau panah kiri , dan anda juga bisa langsung menekan huruf C. Untuk menutup menu anda bisa menggunakan tombol Esc. Sebetulnya akan lebh mudah jika memanggil sebuah menu dengan menggunakan hotkey, table dibawah ini adalah hotkey yang digunakan dalam turbo pascal :
KunciFungsiEkivalen menu
F1Mengaktifkan jendela pertolongan. File / Save
F2Menyimpan berkas yang ada pada editor. File / Load
F3 Memanggil program kedalam editor. Run / Go to cursor
F4 Mengeksekusi program sampai posisi kursor. Run / Trace into
F5 Memperbesar atau memperkecil jendela yang aktif. Compile / Make
F6 Mengganti jendela yang aktif.File / Pick
F7 Melacak kedalam subrutin. File / user screen
F8 Melompati pemanggil subrutin. Compile
F9 Mengaktifkan perintah ‘Make’Run / Program reset
F10 Berpindah dari menu-menu ke jendela yang aktif.
Alt + F1 Memanggil jendela pertolongan yang terakhir dibaca.
Alt + F3 Memilih berkas untuk dimuat.
Alt + F5 Memperlihatkan hasil eksekusi.
Alt + F6 Mengganti isi jendela yang aktif.
Alt + F9 Mengkompilasi program.
Alt + B Mengaktifkan menu Break / Watch.
Alt + C Mengaktifkan menu compile.
Alt + D Mengaktifkan menu debug.
Alt + E Mengaktifkan editor.
Alt + F Mengakaktifkan menu file.
Alt + O Mengaktifkan menu option.
Alt + R Mengaktifkan menu run.
Alt + X Keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke DOS.
Ctrl + F1 Menampilkan menu pertolongan bahasa.
Ctrl + F2 Menghentikan pembetulan.
Ctrl + F3 Menampilkan isi tumpukan.Debug / Call Stack
Ctrl + F4 Melakukan penghitungan atau mengubah nilai peubah..Debug / Evaluate
Ctrl + F7 Menambahkan ungkapan pada jendela watch. .B / Add Watch
Ctrl + F8 Toggles Breakpoint..B / Toggle breakpoint
Ctrl + F9 Menjalankan program..Run / Run
Ctrl + F10 Menampilkan versi layar monitor.

Nah, itu tadi adalah beberapa hotkey yang ada pada Turbo Pascal, sekarang kita langsung aja yah mempelajari menu di Turbo Pascal ini.



1. Menu File : Didalam menu File banyak submenu yang bisa dipilih misalkan saja perintah Load / F3 yang berfungsi untuk memanggil berkas yang sudah tersimpan, dan banyak lainnya.
2. Submenu Load : Pilihan ini digunakan untuk memanggil program dari suatu folder atau directory ke dalam editor. Didalam submenu ini anda juga bisa memilih submenu yang lain dengan hanya menekan tombol huruf depan dari submenu yang dituju, contohnya anda mau ke submenu New, maka anda tinggal menekan huruf N.
3. Submenu Pick : Pilihan yang satu ini digunakan untuk mengambil salah satu dari beberapa buah program yang sebelumnya telah dimuat ke dalam jendela Edit. Hal ini ditujukan agar kita tidak perlu repot-repot lagi mencarinya di submenu load.
4. Submenu New :Program yang ada di editor akan dihapus dan program yang akan anda tulis dianggap sebagai program yang baru dengan nama NONAME.PAS, nama ini bisa anda rubah ketika anda mau menyimpannya.
5. Submenu Save [F2] : Pilihan ini digunakan untuk menyimpan suatu program yang sudah di edit ke dalam cakram atau folder, jika nama program itu masih NONAME.PAS maka Turbo Pascal akan menanyakan pada anda, nama apa yang akan anda berikan pada program yang akan disimpan tersebut. Atau anda juga bisa menekan tombol F2.
6. Submenu Write to : pilihan ini digunakan untuk menggantikan program lama dengan program yang baru (istilah kerennya Overwrite…☺). Jika nama program anda sudah ada pada cakram atau folder maka ada verifikasi dari Turbo Pascal untuk penggantian nama.
7. Submenu Directory : pilihan ini digunakan untuk menampilkan direktori dan nama-nama file yang anda inginkan. Anda juga bisa menggunakan pilihan Load.
8. Submenu Change Dir : Pilihan yang satu ini digunakan untuk menampilkan direktori yang sedang digunakan dan juga bisa digunakan untuk mengganti nama direktori yang baru.
9. Submenu OS shell : Perintah ini digunakan bagi anda yang ingin ke tampilan DOS tetapi tanpa mematikan Turbo Pascalnya, untuk kembali lagi ke Turbo Pascal, anda tinggal mengetikan “exit”, tetapi biasanya ketika anda sedang membuat suatu program atau mengedit suatu program perintah ini tidak dapat dijalankan karena kurangnya kapasitas memory.
10. Submenu Quit [Alt + x] : Dari namanya sudah jelas, perintah ini digunakan untuk keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke prompt DOS.

11. Menu Edit : Perintah edit ini digunakan untuk mengaktifkan editor Turbo Pascal.
12. Menu Run [Ctrl + F9] : Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi program yang sudah anda buat. Anda juga bisa menekan Ctrl + F9 untuk mengeksekusi program anda.
13. Submenu Program Reset [Ctrl + F2] : Pilihan ini digunakan untuk memberitahukan Turbo Pascal bahwa anda selesai dengan pembetulan-pembetulan dan menginisialisasi debugger untuk operasi yang lain. Pilihan ini sekaligus membebaskan pengingat yang telah dialokasikan dan menutup semua berkas, tetapi tidak merubah nilai-nilai perubah. Pilihan ini sangat berguna jika anda ingin menjalankan pilihan File / OS shell.
14. Submenu Go to Cursor [F4] : Pilihan ini digunakan untuk memulai / melanjutkan eksekusi program dimulai dari posisi saat eksekusi dimulai sampai tempat kursor berada. Jika kursor berada pada statement yang bersifat executable, seperti spasi atau baris komentar, maka eksekusi akan dilanjutkan sampai statement yang bersifat executable.
15. Submenu Trace Into [F7] :Perintah ini digunakan untuk mengeksekusi baris berikutnya, jika ada pemanggilan ke suatu subrutin, maka pelacakan akan dimulai dari statement pertama dari subrutin tersebut. Sekaligus juga akan memuat berkas-berkas atau unit Include jika dimungkinkan.
16. Submenu Step Over : Step over ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Trace Into, hanya saja jika statement adalah sebuah prosedur atau fungsi, maka keseluruhan subrutin akan dikerjakan sekaligus dan debugger akan berhenti pada statement sesudah pemanggilan ke subrutin.
17. Submenu User screen [Alt + F5] : Pada umumnya perintah ini digunakan untuk melihat hasil dari program yang telah compile dan kita run. Pada tampilan ini IDE [Integrated Debugger Environment] berpindah-pindah pada saat anda menjalankan dan mendebug program. Perintah ini juga digunakan oleh File / OS shell.

Tampilan User Screen

18. Menu Compile [Alt + F9] : Perintah ini digunakan untuk mengkompile program atau bisa juga kita bilang kalau program yang telah kita buat tadi dengan bahasa pascal di terjemahkan kedalam bahasa komputer agar si komputer ini mengerti apa-apa saja perintah kita.
19. Submenu Make : Pilihan ini digunakan untuk mengaktifkan perintah make, jika file yang primer telah diberi nama, maka file ini akan dikompilasi, jika tidak maka file yang terakhir yang sedang dimuat di editor akan dikompilasi.. Pilihan ini sangat berguna jika terdapat beberapa program yang secara fisik terpisah tetapi secara logikanya merupakan suatu kesatuan.
20. Submenu Build : Perintah ini mirip dengan perintah make, hanya saja perintah build ini sifatnya bebas, sedangkan perintah make hanya akan mengkompilasi file-file selain file yang digunakan.
21. Submenu Destination [Memory] : Perintah ini secara umumnya hanya berfungsi untuk memilih apakah hasil kompilasi akan disimpan dalam cakram atau folder sebagai file yang bertipe .EXE atau hanya di pengingat utama yang akan hilang pada saat anda keluar dari Turbo Pascal.
22. Submenu Find Error : Dari namanya anda pasti sudah tahu, yah perintah ini digunakan untuk menentukan lokasi kesalahan pada saat program dijalankan [run time error]. Lokasi kesalahan dinyatakan dengan format seg:off, misalnya 2BE0:FFD4. jika anda kembali ke IDE, turbo pascal akan menempatkan kursor pada baris dimana terjadi kesalahan. Jika anda terlanjur memindahkan kursor sembarangan maka anda bisa memindahkan kembali kursor ke tempat kesalahan dengan menekan Ctrl + Q + W.
23. Submenu Primary File : Perintah ini digunakan untuk menyatakan bahwa file .PAS akan dikompilasi pada saat make [F9] atau build [Alt + C + B] diaktifkan.
24. Submenu Get info : Tidak salah lagi, perintah ini digunakan untuk menampilkan jendela informasi dari program .PAS yang sedang anda gunakan, termasuk ukuran kode sumber [dalam sumber dan baris], ukuran file .EXE atau .TPU dalam byte dan data
25. Menu Options : Pilihan pada menu yang satu ini berfungsi mengkonfigurasi untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas-fasilitas pada turbo pascal.
26. Submenu Compiler : Pilihan ini didalamnya pun masih banyak perintah yang lainnya seperti pengecekan batas, pengecekan tumpukan dll, seperti yang anda lihat pada gambar di atas. contohnya pengecekan batas [Range checking] adalah sama dengan {$R}. sekarang saya akan coba jelaskan satu persatu agar lebih jelas dari masing-masing penggunaan ini.
27. Range checking [Off]: Perintah ini digunakan untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan batas. Jika dihidupkan, kompiler akan membangkitkan kode yang akan mencek batas index pada array dan string dan juga nilai yang dihasilkan dalam suatu statement pemberian. Pilihan ini sama dengan petunjuk kompiler {$R}.
28. Stack checking [On]: Digunakan untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan kesalahan operasi I/O. Jika dihidupkan pada saat terjadi kesalahan operasi I/O proses akan langsung dihentikan. Jika dimatikan, kode kesalahan akan tersimpan dalam fungsi IO Result. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$I}.
29. Force far calls [Off]: Digunakan untuk memilih model pemanggilan terhadap prosedur atau fungsi yang telah dikompilasi. Model pemanggilan bisa secara far atau near. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$F}.
30. Allign Data [Word] : Digunakan untuk mengatur cara penyimpanan perubah dan konstanta bertipe dari byte ke word atau sebaliknya. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$A}.
31. Overlay Allowed [Off] : Mengaktifkan atau menonaktifkan pembakitan kode Overlay. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$O}.
32. Var string checking [Strict] : Digunakan untuk mengendalikan cara pengecekan data string yang digunakan sebagai parameter berubah. Pilihan sama dengan penunjuk kompiler {$V}.
33. Boolean Evaluation [Short Circuit] : Digunakan untuk memilih pembangkitan kode pada saat operasi logika [operasi Boolean] dijalankan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$B}.
34. Numeric Processing [Software] : Digunakan untuk memilih pembangkitn kode operasi titik mengambang [floating point] yang didukung oleh Turbo Pascal. Pilihan ini juga sama dengan penunjuk kompiler {$N}
35. Emulation [On] : Mengaktifkan atau menonaktifkan linking dengan run – time yang mengemulasikan ke prosessor numeric 8087. pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$E}
36. Debug Information [On] : Digunakan untuk membangkitkan atau tidak membangkitkan informasi pada saat didalam program terjadi kesalahan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$D}.
37. Local Symbol [On] : Digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan symbol informasi local.
38. Conditional defines: Digunakan untuk menyatakan penunjuk kompiler berkondisi.
39. Memory sizes: Digunakan untuk mengkonfigurasi peta pengingat. Dengan penunjuk kompiler{$M}.
40. Stack Size: ukuran segmen tumpukan maksimum 64 K dengan standart 16 K.
41. Low Heap limit: ukuran heap minimum standart adalah 0 K.
42. High Heap limit: ukuran heap maksimum adalah 655360 byte.
43. Submenu Linker Pilihan ini digunakan untuk mengatur konfigurasi built in linker.
44. Map File [Off] : Menentukan berapa banyak informasi dalam berkas peta map yang akan dihasilkan. Berkas peta akan ditempatkan dalam direktori .EXE dengan akhiran .MAP
45. Segment : Informasi segment [Nama, Ukuran, Awal dan Akhir segment dan kelasnya].
46. Public : Informasi segment, semua nama-nama symbol dan alamatnya dan titik masukkan program.
47. Detailed : segement, informasi symbol dan titik masukkan program dan nomor barisnya dan tabel-tabel modul.
48. Submenu Environment Pilihan ini digunakan untuk memberitahukan Turbo Pascal dimana bisa ditemukan berkas yang akan dikompilasi, di link dengan dilengkapi dengan menu-menu pertolongan.
49. Config Auto Save [Off] : Digunakan untuk mencegah kehilangan setting komfigurasi yang telah anda lakukan.
50. Edit Auto Save [Off] : Digunakan untuk mencegah kehilangan berkas yang disebabkan oleh penyimpanan otomatis pada saat anda menggunakan Run / Step Over atau Run / Run.
51. Backup Files [On] : Secara standard, turbo pascal akan membangkitkan berkas backup pada saat anda menyimpan berkas. Yang biasa kita lihat dengan .BAK
52. Tab Size [2] : Digunakan untuk mengatur ukuran Tab pada editor. Ukuran yang diperbolehkan adalah 2 sampai 16 dengan defaultnya 8.
53. Zoom Windows [Off] : Jika di On kan maka, Jendela Edit, Watch, dan Output akan diperluas sampai satu layar penuh.
54. Screen Size [25 line] : Digunakan untuk memilih ukuran layar. Dengan standard 25 baris, 43 baris [EGA] atau 50 baris [VGA]. Pilihan ini hanya bisa diaktifkan jika perangkat kerasnya mendukung.
55. Submenu Directories : Pilihan menu ini digunakan untuk menunjukkan kepada Turbo Pascal lokasi setiap direktori yang diperlukan.
56. Turbo directory : Digunakan untuk menemukan berkas konfigurasi [.TP] dan berkas pertolongan [Turbo.HLP].
57. EXE & TPU directory : Digunakan untuk menyimpan berkas .EXE dan .TPU.
58. Include Directories : Digunakan untuk menentukan direktori yang berisi Include File.
59. Unit Directories : Digunakan untuk memberitahu TP dimana berkas-berkas unit berada.
60. Object Directories : Digunakan untuk menentukan direktori yang berisi berkas [.OBJ].
61. Pick file name : Digunakan untuk menentukan nama dan lokasi pick file.
62. Current pick file : Digunakan untuk menunjukkan nama dan lokasi pick file, jika ada.
63. Submenu Parameters : Digunakan untuk memberikan parameter baris perintah [Command Line parameters] pada program-program yang akan dijalankan.
64. Submenu Save Option : Digunakan untuk menyimpan semua pengaturan dalam menu Compiler, Environment, dan Directories dalam berkas konfigurasi [standardnya adalah TURBO.TP]
65. Submenu Retrieve Options :Digunakan untuk memuat berkas konfigurasi yang sebelumnya disimpan dengan pilihan save.
66. Menu Debug : Pilihan-pilihan yang ada dalam menu ini terutama digunakan untuk melacak nilai-nilai perubah, mencari letak suatu fungsi atau prosedur dan lain-lain.
67. Submenu Evaluate [Ctrl + F4] : Dengan pilihan ini anda akan dibawa ke suatu jendela dengan 3 kotak yang memungkinkan anda untuk menuliskan sembarang nama perubah / ungkapan, menunjukan nilai perubah / ungkapan saat itu an memungkinkan anda untuk memberikan nilai yang baru untuk sembarang perubah.
68. Submenu Call Stack [Ctrl + F3] : Pada saat anda melakukan debugging, suatu jendela yang menunjukan daftar pemanggil prosedur dan fungsi akan terlihat.
69. Submenu Find Procedure : Memungkinkan anda untuk menuliskan nama prosedur dan fungsi dan kemudian mencari dalam program yang sedang anda aktifkan.
70. Submenu Integrated Debugging [On] Jika dipilih On, debugging dilakukan menggunakan IDE.
71. Submenu Stand Alone Debugging [Off] Jika diset Off, dan compile / destination dipilih ke Disk debug information akan ditambahkan ke dalam berkas .EXE untuk digunakan oleh Turbo Debugger.
72. Submenu Display Swapping [Smart] Penampilan pada layar bisa dipilih salah satu dari 3 pilihan, Smart, Always atau Never.
• Smart : debugger akan melihat kode yang sedang dieksekusi untuk melihat apakah perlu menampilkan hasilnya ke layar.
• Always : pilihan ini akan menyebabkan layar dipindah setiap kali suatu statement dieksekusi.
• Never : pilihan ini akan memberitahukan debugger untuk tidak melakukan pemindahan layar.
73. Submenu Refresh Display : Pilihan ini digunakan untuk memanggil kembali layar IDE. Hal ini perlu, terutama jika program anda merusak tampilan yang sudah ada dalam layar.

Menu Break / Watch
74. Submenu Add Watch [Ctrl + F7] : Digunakan untuk menambahkan rinci data, perubah atau ungkapan kedalam jendela watch.
75. Submenu Delete Watch : Untuk menghapus ungkapan dalam jendela Watch pada saat jendela ini terlihat.
76. Submenu Edit Watch : Pilihan ini akan membawa posisi watch ke kotak input sehingga anda bisa mengubahnya.
77. Submenu Remove All Watches : Menghapus semua rinci dalam jendela watch sekaligus memperkecil ukurannya sampai minimum.
78. Submenu Toggle Breakpoints [Ctrl + F8]: mengatur suatu baris sebagai breakpoint. Dalam editor breakpoint ditunjukkan dengan highlight text.
79. Submenu Clear All Breakpoints: Menghapus semua breakpoint yang telah diset.
80. Submenu View Next Breakpoint : Digunakan untuk menggerakkan kursor ke posisi breakpoint berikutnya.
Perintah Dasar untuk Menggerakkan Kursor
Tombol Fungsi
Ctrl + S atau panah kiri
Ctrl + D atau panah kanan
Ctrl + A atau Ctrl + panah kiri
Ctrl + F atau Ctrl + panah kanan
Ctrl + E atau panah naik
Ctrl + X atau panah turun
Ctrl + W
Ctrl + Z
Ctrl + R atau PgUp
Ctrl + C atau PgDown Bergerak ke kiri satu karakter
Bergerak ke kanan satu karakter
Bergerak ke kiri satu kata
Bergerak ke kanan satu kata
Bergerak ke atas satu baris
Bergerak ke baah satu baris
Memutar layar ke atas
Memutar layar kebawah
Kehalaman sebelumnya
Kehalaman berikutnya


Perintah Kursor Tambahan
Tombol
Ctrl + U
Ctrl + O + I atau Ctrl + Q + I
Ctrl + P
Ctrl + K + D atau Ctrl + K + Q
Ctrl + Q + F
Ctrl + Q + A
Ctrl + Qn
Ctrl + Q + W
Ctrl + O + O
F10
Ctrl + F1
F3
Ctrl + O + F
Ctrl + Q + [
Ctrl + Q + ]
Ctrl + L
Ctrl + Q + L
Ctrl + K + S atau F2
Ctrl + Kn
Ctrl + I atau Tab
Ctrl + O + T atau Ctrl + Q + T
Ctrl + O + U Fungsi
Membatalkan kegiatan
Meng – On atau meng – Off kan autoindent
Awal karakter kendali
Keluar dari editor tanpa menyimpan
Mencari kata
Mencari kata dan menggantinya
Mencari penanda tempat
Menuju ke posisi kesalahan
Menyisipkan penunjuk kompiler
Mengaktifkan menu utama
Pertolongan bahasa
Memuat berkas
Mengisi On / Off secara optimal
Pasangan tanda kurung kedepan
Pasangan tanda kurung kebelakang
Mengulang pencarian terakhir
Menyimpan kembali baris
Menyimpan dan meneruskan
Mengatur penanda tempat
Tab
Mode Tab
Unindent On / Off






Tombol-Tombol Kendali Operasi Blok
Tombol Fungsi
Ctrl + K + Y
Ctrl + K + V
Ctrl + K + C
Ctrl + K + W
Ctrl + K + H
Ctrl + K + R
Ctrl + K + T
Ctrl + K + P
Ctrl + K + I
Ctrl + K + U
Menghapus blok
Memindah blok ke tempat lain
Membuat duplikat blok
Meyimpan blok ke dalam cakram
Menyembunyikan atau menampilkan blok
Membaca blok dari cakram untuk digabung di merge
Menandai satu kata
Mencetak satu blok
Mengident blok
Mengunident blok



Untuk lebih jelasnya tentang pengoperasian blok diatas, lebih baik kita langsung saja praktekan, disini saya akan memberikan contoh yang paling mudah yaitu mengkopi blok
Tampilan sebelum suatu blok dipilih Procedure FLU.GERAK samapai end [8 baris] akan dipilih sebagai blok. Maka kita letakkan kursor kita di huruf p di kata procedure dan kita tekan Ctrl + K + B. kemudian kursor dipindahkan ke tempat di sebelah kanan d dari kata end dan kita tekan Ctrl + K + K. maka tampilan akan berubah menjadi tampilan yang dibawah ini.
Tampilan setelah diblok Untuk mengkopi blok, tempatkanlah kursor dimana blok tersebut akan dikopi. Kemudian tekanlah Ctrl + K + C maka blok akan dikopi. Begitu juga dengan perintah blok yang lain, caranya sama dengan teknik pengkopian diatas…
Tampilan sesudah di kopi Nah, itulah sekilas tentang Editor di dalam Turbo Pascal, semoga bisa membantu anda yang menyukai pascal dan yang belum mencoba silahkan mencoba karena gak ada salahnya anda memiliki ilmu yang banyak….. Dan tunggu edisi berikutnya….
Sumber : http://materi-praktek.blogspot.com/2007/03/bab-1-mengenal-tampilan-turbo-pascal.html
Baca selengkapnya »

Belajar VB. NET (Bagi Pemula)

0 komentar
langkah memulai menggunakan VB.NET
  • Jalankan aplikasi VB.net 2008 kemudian akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini
  • Membuat project baru, File kemudian klik New Project akan muncul seperti gambar dibawah ini
  • Pilih Windows Form, kemudian ketikan Nama program yang akan dibuat misal namanya: latihan 1, kemudian ok.
Latihan 1 

 
  • Pada kesempatan ini yaitu membuat aplikasi/program sederhana menghitung total harga penjualan alat tulis
  • Tambahkan 4 buah label, pada gambar dan diberinama sesuai gambar, dan 4 buah textbox dan 1 buah button, untuk mengubah namanya pada properties.

  • Kemudian doubel klik pada button (total harga) kemudian tulis/copy codingya seperti dibawah ini yang berwarna biru.
Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Dim bk As Decimal = TextBox1.Text
        Dim ps As Decimal = TextBox2.Text
        Dim ph As Decimal = TextBox3.Text
        TextBox4.Text = bk + ps + ph
  End Sub
  • Kemudian kita jalan kan aplikasi yang telah kita buat tadi klik pada Start Debugging seperti gambar yang dikotak merah

Baca selengkapnya »